(Otokritik) 100 Tahun Kebangkitan Nasional

Beberapa hari menjelang 20 mei, dimana 100 pada tahun lalu menurut penuturan orang tua & buku-buku sejarah yang lusuh adalah hari dimana lahirnya rasa kebangsaan pertama untuk negeri ini…

100 tahun kebangkitan nasional?
Bukan bermaksud meremehkan, tapi mungkin kalimat itu hanya bakal jadi sekedar jargon semata yang menghabiskan banyak anggaran kampanye pemerintah…
Bagi masyarakat negeri ini, kalimat itu tidak seampuh tagline dalam iklan-iklan penyedia layanan selular atau judul-judul sinetron setiap malam.

Apa yang terjadi setelah 100 tahun ini? Apabila anda berpikir bahwa negara ini tidak ada apa-apanya dibanding Amerika, maka anda salah besar! 100 tahun kebangkitan dan 63 tahun kemerdekaan RI ternyata Indonesia jauh lebih “demokrasi” dan lebih “kaya” dari Amerika sendiri. Apa buktinya?

Silahkan anda ajukan pertanyaan ke salah satu remaja ABG di salah satu pusat perbelanjaan tingkat atas pernahkah dia ketika masih SMA pergi ke Club atau Diskotik?
Mungkin dia akan menjawab, saya pernah! dan saya bangga sekali! Tidak harus berumur lebih dari 20 tahun untuk bisa masuk kesana…

Dibanding Amerika, ternyata di Indonesia kita akan lumrah melihat sekelompok anak muda minum bir dengan leluasa, silahkan pergi ke pelataran parkir salah satu mini market yang buka 24 jam, maka pemandangan itu akan kita temui disetiap cabang tokonya.

Texas, sebagai salah satu kota di Amerika memiliki peraturan untuk tidak bisa sembarangan minum minuman beralkohol, disini (Indonesia) kita bisa minum minuman beralkohol sambil menyetir sekalipun, itu perkara mudah!

Hanya di Indonesia kita bisa melihat dan membeli majalah yang porno, setengah porno, semi porno, porno rogo (atau apapun sebutannya) yang di covernya ada wanita berbikini dengan headline 7 Gaya Panas di Atas Ranjang? Kupu Kupu Malam Kota Bandung atau Goyang Plus-Plus di Pantura, yang semua itu cukup dengan mengeluarkan kocek beberapa ribu rupiah saja maka anak-anak atau adik-adik kita akan dengan mudah mendapatkannya tanpa harus ditanya Kartu Identitas.
Dan semuanya itu kita dapatkan tanpa harus daftar (subscribe), tinggal kita mampir ke tukang koran depan kantor atau depan sekolahan, maka sajian itu siap kita nikmati…

Apabila kita punya waktu senggang untuk bikin survey kecil-kecilan kepada beberapa orang Indonesia, coba kita buat survey dengan pertanyaan; negara mana di dunia ini yang menurut responden paling dibenci?
Maka mungkin sebagian besar mereka menjawab Amerika…
Kita orang Indonesia sebagian besar memang membenci Amerika, makanya kita memilih dan senang minum Pepsi, Coca Cola, makan di McDonalds, pakai HP Motorola, nonton film-film produksi Hollywood, gaya menggunakan I-Pod, ngobrol sambil menikmati kopi di Starbucks, mengikuti American Idol, dan ikut Test TOEFL…
Yah kita memang sangat membenci Amerika…

Mari kita tanya lagi kepada para ABG tingkat SLTP atau SLTA yang anda temui, pilih ikutan Reality Show atau jadi juara Olimpiade Fisika?
Pastinya sebagian besar akan menjawab untuk ikut Reality Show, bisa jadi tenar! daripada ikutan Olimpiade Fisika, ujung-ujungnya kemungkinan direkrut oleh Singapore atau Jerman, tidak prestise sama sekali…

Tentang pendidikan..
Yang penting terlihat pintar, berlagak sok pintar, bisa bicara sedikit tentang RUU ITE, perkembangan teknologi, karya-karya filsafat seadanya, novel-novel popular, bahasa-bahasa bule, perkembangan politik, meski belum tentu benar analisis kita… maka kita akan dianggap orang terdidik.

Saking berbudaya dan terdidiknyanya masyarakat kita,
Maka infotainment selalu kuat bertengger di puncak rating program televisi (kita kan lebih peduli rating, soal itu tayangan mendidik apa tidak, itu urusan belakang, yang penting aib orang dulu yang perlu kita tahu…
Dan dianggap tidak bagus apabila film-film produksi lokal apabila tidak berisikan aktor tampan atau aktris cantik pendatang baru yang mau beradegan ciuman?!

Kita tidak butuh kenyataan bagaimana kehidupan orang miskin di Indonesia, bagaimana perkembangan populasi satwa langka yang dilindungi, ancaman budaya asing apalagi yang bakal masuk?! ahh itu semua tidak penting, tidak manfaat mikir yang berat-berat, malah bikin sakit kepala saja…

Menurut lembaga statistik, jumlah masyarakat miskin kita mencapai jutaan?!
Halah, itu cuma permainan angka saja, kita negara kaya koq…
Apapun kita bisa impor, dari beras, minyak BBM, pupuk, apapunlah… cuma satu yang kita ekspor keluar, yaitu Tenaga kerja murah dan tahan banting siap dianiaya oleh majikan…

Saking cinta akan budaya bangsa sendiri, maka tidak aneh apabila banyak anak muda kita yang lebih mahir breakdance, modern dance, salsa, samba, tango, menyanyi rap, hip-hop, metal, blues, dan lainnya dibanding produk budaya bangsa kita sendiri.
Dan itu semua, biasanya cuma buat gaya-gaya saja, tidak perlu tahu lebih dalam tentang budaya-budaya yang itu…

Memang sebesar apa Indonesia?
Indonesia itu cuma pulau Jawa saja, sisanya negara tetangga, presiden Jawa, menteri Jawa, pejabat militer Jawa, kesimpulannya yang bukan orang Indonesia tidak dapat menjadi presiden..
Ada yang bilang, yang sederhana itu adalah yang cerdas, maka cukup di Jakarta saja yang dijadikan pusat ekonomi, pusat bisnis, pusat pemerintahan, pusat industri, pusat belanja, pusat hiburan, pokoknya semua pusat ada disini…
Sampai kalau perlu kita buat Taman Mini Indonesia saja dulu buat Indonesia, capek mikirin Indonesia yang luas, mending yang mini-mini saja dulu ..

Makanya saya Bangga jadi orang Indonesia…

(diolah dari berbagai sumber)

Dalam Rangka Menyelamatkan APBN

Saya pikir hari ini (6/5) saya akan mengakhiri hari saya yang basah kehujanan tanpa kejadian apapun?! ternyata saya salah…

Menjelang malam, saya mendengar kabar yang membuat saya mual mendengarnya?!

Pemerintah RI yang “bijaksana” kembali menaikan harga BBM bersubsidi sebesar 30%, yang efektif pada tanggal 1 Juni nanti?! berarti bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila…

Kalau saya tidak salah ingat, negara ini masih mengakui Pancasila sebagai dasar negara, lengkap dengan sila kelimanya yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, benarkah? atau mungkin sudah diganti silanya?

Lagi!?

Sudah dua kali pemerintahan SBY-JK menaikan harga BBM, pertama sebesar 30% pada Maret 2005 dan 120% pada 1 Oktober 2005 lalu, dan Juni 2008 nanti akan naik lagi?! dengan alasan kenaikan harga minyak internasional yang mencapai 120US$ per barel.

Fiuh.. Memang butuh ketahanan nasional untuk menjadi rakyat Indonesia?! yang pasti tahan lapar dan tahan menderita…

Masih dari kata orang “bijak” lagi, katanya lifting (produksi) minyak Indonesia saat ini tercatat hanya 927 ribu barel per hari atau kurang dari 1 juta barel per hari, salah satu penyebabnya adalah kurangnya investasi untuk mendongkrak produksi.

Lha wong perusahaan minyak Indonesia yang tidak bisa optimal dalam produksi, kenapa rakyat yang menanggung?

Cukup tersinggung mendengar… Terkesan apabila ada kesalahan yang dilakukan negara, maka rakyatlah yang harus bertanggung jawab?! Atau memang saya yang rada sensitif apabila mendengar berita tentang kebijakan pemerintah yang kurang memihak rakyat?! ah saya pikir itu sudah jadi gejala umum rakyat Indonesia…

Seorang karib mengajukan usul sederhana yang menurut saya mungkin untuk dilakukan (kata mungkin jadi terdengar lebih sopan untuk mengajukan usul kepada bapak/ibu yang bijaksana, yah daripada tidak dilakukan sama sekali) yaitu;

Kenapa tidak tema Efesiensi menjadi isyu nasional yang dimulai oleh para “pembantu negara” atau pemerintah, misalkan; lembaga Eksekutif dari tingkat presiden sampai walikota “mendiskon” anggaran operasionalnya (dengan kata lain tunjangan) sebesar 20%, disusul dengan lembaga lain seperti Legislatif, dari tingkat MPR/DPR RI sampai DPRD…

Berapa kira-kira jumlah APBN yang bisa negara hemat?

Dan isyu ini, saya pikir juga bukan isyu baru, tempo hari pak Kwik sudah pernah menggulirkannya…

“Belanja negara yang tinggi sangat berisiko jika kapasitas kelembagaan pemerintah masih lemah,” kata salah satu Country Manager Bank Dunia, Aristomene Varoudakis tahun lalu. “Belanja tidak akan optimal, defisit fiskal malah akan terjadi sehingga pajak yang lebih tinggi akan dikenakan untuk menutupi defisit yang akhirnya mendistorsi pasar dan keputusan bisnis.”

Dan satu lagi kabar penutup hari yaitu keputusan RI untuk keluar dari keanggotaan OPEC?!

Bah apalagi ini? (ucap bang Tigor dalam sitkom Suami-Suami Takut Istri)

Masih dari berita di media massa, pemerintah juga akan memulai program pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada rakyat miskin sebagai kompensasi dari kenaikan ini…

Biarpun “miskin” jangan sampai negara ini minder?!

Lagian apabila alasan kenapa Indonesia harus keluar dari OPEC adalah sebagai shock therapy bagi masyarakat Indonesia agar lebih berhemat?!

Sekali lagi, kenapa harus kembali rakyat yang harus pertama berhemat?

Kenapa tidak para bapak/ibu yang bijaksana yang mulai menjadi ing ngarep sing tulodo?
Kami sudah sangat berhemat dalam keseharian, karena memang kami tidak punya banyak…

Memang ada dari masyarakat yang mampu, tetapi banyak yang tidak…

Secara politis, dengan diakuinya menteri ESDM kita sebagai sekjen OPEC itu sebuah nilai pengakuan yang cukup baik bagi eksistensi negara ini?

Yang mana yang paling utama? terkesan dua kabar terakhir hanya sebagai isyu pengalih dan pemanis hati sementara menuju tanggal 1 Juni nanti…

Dengan catatan ladang-ladang gas seperti Natuna harus benar-benar dikelola dan diawasi dengan seksama dan saya pikir bapak/ibu yang bijak lebih paham akan hal ini.

Akhirnya, saya jadi skeptis mendengar ada tiga kebijakan signifikan dikeluarkan dalam satu hari?

Tapi sepertinya bapak/ibu yang bijaksana tampak lupa bahwa kebijakan BLT dan isyu keluarnya Indonesia dari OPEC kiranya tidak dapat untuk mengganjal perut kami, karena semua harga juga pasti naik, harga biaya angkutan juga turut naik, biaya-biaya lainnya pasti ikut-ikutan naik…
dan tentunya hidup kami akan semakin berat…

Dan hanya satu alasan yang kalian berikan, yaitu Dalam Rangka Menyelamatkan APBN 2008…

Konon dari berbagi sumber, negara ini masih menjadi eksporter gas alam papan atas, tingkat produksinya masih jauh diatas tingkat konsumsi domestiknya…

Selain mual, berita ini ternyata membuat saya sesak, bahkan melebihi efek merokok…

Biaya iuran keanggotaan yang sebesar 2 juta US$ setahun memang terkesan besar untuk dikeluarkan oleh negara (dahulu oleh Pertamina), sedangkan negara ini sudah turun derajat titelnya menjadi net oil importer, tetapi itu apabila Indonesia berpikir bahwa hanya minyak saja yang menjadi komoditasnya?!

Jika setiap hari ada berita seperti ini, sepertinya saya akan berpikir untuk mulai berhenti merokok!


10 Pusat Data Terbesar di Dunia

Siapa yang menguasai informasi,
dialah yang menguasai dunia ini!

Sepertinya ungkapan diatas itu benar…

Tidak tahu apa sudah tercatat di buku rekor dunia Guinness tapi pastinya tidak ada di rekor MURI…
Berikut adalah 10 Besar Pusat Data Terbesar di Dunia (informasi ini pada tahun 2007 lalu) yang diolah dari berbagai sumber :

10. Library of Congress (LC)
LC memiliki koleksi lebih dari 130 juta jenis materi mencakup 29 juta buku, foto, peta dan lain-lain Dari buku memasak sampai dengan koran jaman kolonial yang pernah dikeluarkan oleh pemerintah Amerika Serikat yang apabila dikonversikan ke dalam digital, kapasitas seluruh teks dapat memakan porsi 20 terabit.
LC meminjamkan 10.000 buku per harinya dan panjang lemari yang ada didalamnya kurang lebih mencapai 530 mil…
(ini hampir dengan jarak dari Jakarta ke Madiun).

LC juga memiliki 10 ribu data baru yang masuk per harinya serta 5 juta dokumen digital.
Apabila diantara anda yang ingin meneliti tentang sejarah Amerika, dan data online tidak mampu membantu, mungkin LC dapat menjadi tujuan anda, karena LC mampu menyediakan lebih dari 5 juta referensi tentang sejarah Amerika Serikat…
Sayangnya akses untuk perpustakaan ini cukup terbatas, hanya Mahkamah Agung, anggota kongres, staf kehormatan, dan beberapa pegawai pemerintah terpilih saja yang dapat mengaksesnya, tetapi jangan putus asa, anda dapat mendaftar menjadi anggota dari perpustakaan ini dan memiliki Valid Reader Identification Card selanjutnya anda dapat mengakses koleksi dari LC.
(Percuma juga kalau fasilitas kayak gini ada di Indonesia, sedikit orang Indonesia yang gemar membaca?!)

9. Central Intelligence Agency (CIA)
Siapa tidak kenal CIA, lembaga intelijen Amerika Serikat yang tersohor seantero jagad ini. Kerjaan utama dari CIA ini adalah mengumpulkan dan mendistribusikan data serta informasi seputar orang-orang, tempat-tempat dan lain-lain dari berbagai belahan dunia ini, khususnya hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan Amerika tentunya, jadi tidak aneh apabila mereka memiliki banyak data & informasi.
Walaupun tidak banyak yang mengetahui berapa jumlah data & informasi yang mereka miliki, tetapi dengan adanya Freedom of Information Act (FOIA), Electronic Reading Room, The World Fact Book, dan banyak macam publikasi informasi lainnya yang berasal dari lembaga ini, kita (publik) dapat sedikit banyak mengetahuinya.
Perpustakaan FOIA memiliki ratusan ribu dokumen resmi pemerintah Amerika Serikat (sebagian besar bersifat ultra-sensitif) yang dapat diakses oleh publik secara elektronik.
Perpustakaan ini rata-rata mendapat 100 data per bulannya dengan berbagai macam topik, dari data pengembangan nuklir di Pakistan sampai dengan apa saja merek bir yang beredar selama perang korea.
The World Fact Book, adalah buku yang memuat tentang berbagai macam informasi umum dari bermacam negara di dunia, isi dari buku ini diantaranya adalah peta, jumlah populasi, sampai dengan kemampuan militer dari suatu negara.
Secara umum, CIA memiliki data & informasi statistik yang komprehensif yang berasal dari 250 negara di dunia dan juga data yang tak terhitung yang bersifat rahasia.
(Curiga CIA tahu berapa nomor ukuran celana dalam saya?!)

8. Amazon
Tidak salah apabila Amazon dijuluki sebagai toko ritel terbesar sedunia, Amazon mengelola data dari 59 juta pelanggan aktifnya, termasuk didalamnya informasi umum dari para pelanggannya seperti nomor telepon, alamat, daftar keinginan dan lain-lain.
Secara virtual, Amazon juga menyimpan lebih dari 250,000 buku yang tersedia secara online dan para pelanggannya pun dapat membuat komentar serta interaksi secara virtual di setiap halaman dari web ini, hal inilah yang menjadikan Amazon sebagai komunitas online terbesar sedunia.
Dua pusat data Amazon memuat lebih dari 42 terabit data, dan 42 terabit data tersebut juga merupakan hasil konversi dari 37 trilyun postingan forum.
(Sepertinya saat ini kita tidak harus beranjak dari kursi atau tempat tidur untuk berbelanja…)

7. YouTube
Butuh kurang dari dua tahun bagi YouTube untuk menjadi perpustakaan video online terbesar di dunia. Terhitung lebih dari 100 juta klip video di YouTube ditonton setiap harinya.
Pada bulan Agustus 2006, Wall Street Journal memproyeksikan bahwa YouTube memiliki 45 terabit data video, dan angka-angka tersebut akan terus bertambah dengan jumlah video baru yang masuk mencapai lebih dari 65 ribu setiap harinya.
Sekedar hitungan sederhana, apabila YouTube mampu menghasilkan 65,000 videos per hari X 30 hari sebulan = 1,950,000 video per bulannya, dan apabila 1 terabit = 1,048,576 megabit, apabila kita asumsikan setiap video itu berukuran 1 megabit, maka YouTube akan membutuhkan penambahan 1.86 terabit setiap bulannya.
Dengan rumus yang sama, apabila kita mengasumsikan setiap videonya itu berukuran 10 megabit, maka YouTube akan bertambah 18.6 terabit setiap bulannya.
(Dan yang lebih hebat lagi, web luar biasa ini sempat “disomasi” pemerintah RI karena peristiwa yang luar biasa pula, hehe…)

6. ChoicePoint
ChoicePoint memiliki fokus bisnis dalam layanan penyedia informasi populasi negara Amerika.
Apabila anda warga negara Amerika, maka alamat, nomor telepon, catatan mengemudi, riwayat kelakuan baik, dan data personal anda lainnya akan tersedia di ChoicePoint, dan hebatnya lagi , data-data itu tersedia untuk dibeli, bahkan pemerintah Amerika pun harus membeli untuk memperolahnya.
Tetapi apa benar ChoicePoint benar-benar tahu semua data itu?
Pada tahun 2002, ChoicePoint membantu pemerintah Amerika dalam memecahkan kasus perkosaan berantai di Philadelphia dan Fort Collins, ChoicePoint memberikan data DNA serta data pribadi lainnya dari 6 tersangka kasus tersebut, setahun sebelumnya, ChoicePoint juga memberikan bantuan untuk mengidentifikasi profil para korban peristiwa WTC 911 melalui data DNA dari serpihan tulang para korban.
Hingga kini, ChoicePoint memiliki 250 terabit data serta informasi dari 250 juta orang.
(RI seharusnya punya teknologi seperti ini dalam program pemberantasan korupsi serta kriminal lainnya…)

5. Sprint
Sprint adalah salah satu perusahaan telekomunikasi besar di dunia yang memberikan jasa pelayanan kepada 53 juta pelanggannya. Perusahaan telekomunikasi besar seperti Sprint memproses lebih dari 365 juta rekaman panggilan per harinya, dan juga memiliki 2.85 trilyun database rows, ini adalah insert data terbesar di dunia.
Databasenya ini mampu merekam lebih dari 70,000 detail panggilan per detik dalam jam sibuk.
(Sedangkan di indonesia para perusahaan telekomunikasi masih sibuk dengan perang tarif dan promo-promo “syarat dan ketentuan berlaku” daripada fokus untuk kepada peningkatan teknologi serta pelayanannya…)

4. Google
Walaupun tidak ada yang mengetahui berapa jumlah sebenarnya database Google, tapi bisa kita analisis dari jumlah rata-rata kegiatan pencarian pengguna internet melalui Google yang mencapai 91 juta per harinya, dan jumlah tersebut adalah jumlah dari 50% kegiatan pencarian di internet dari jumlah pengguna internet yang tak terhingga.
Google memdokumentasikan seluruh kegiatan pencarian dalam databasenya, yang dalam setahun mampu mencapai lebih dari 33 trilyun.
Yang paling hebat dari Google adalah perkembangan bisnis virtualnya, disana ada Google Video, YouTube, Google Ads, Gmail dan banyak lagi yang lainnya.
Secara logika, semakin besar Google ekspansi, maka akan semakin besar pula databasenya.
Dalam dunia internet, Google adalah jawaranya.
(Go Google…)

3. AT&T
Hampir mirip dengan Sprint, AT&T adalah perusahaan telekomunikasi, bahkan yang tertua di Amerika.
AT&T memiliki volume data sebesar 312 terabit dan juga memiliki 1.9 trilyun data rekaman panggilan.
Jumlah tersebut termasuk dengan data nomor, waktu panggilan, durasi panggilan dan bermacam kategori lain.
(Yang tua yang berjaya…)

2. National Energy Research Scientific Computing Center
Posisi ke dua ditempati oleh National Energy Research Scientific Computing Center (NERSC) di Oakland, California, yang dikelola oleh Lawrence Berkeley National Laboratory dan Kementerian Energi Amerika Serikat.
Data & informasi yang ada disini termasuk dari data riset energi atom sampai dengan simulasi terjadinya alam semesta.
Database NERSC berisikan kurang lebih 2.8 petabit informasi dan dioperasikan oleh lebih dari 2,000 komputer-komputer peneliti.
(LIPI atau BPPT di Indonesia kapan bisa kayak gini yah?)

1. World Data Centre for Climate
Bila anda memiliki super komputer seharga 35 juta euro, apa yang akan anda lakukan?
Dikelola oleh Max Planck Institute untuk meteorologi dan German Climate Computing Centre, World Data Centre for Climate (WDCC) adalah pusat data terbesar sedunia.
WDCC memiliki 220 terabit data yang bisa diakses melalui jaringan internet, data-data tersebut diantaranya adalah 110 terabit dalam bentuk 24,500 keping DVD untuk data simulasi iklim, lalu ada juga 6 petabit data dalam bentuk kaset magnetis untuk informasi tambahan.
Berapa sih 6 petabit? 6 petabit itu kurang lebih sama dengan 3 X jumlah seluruh isi perpustakaan riset akademis yang ada di Amerika Serikat.
(isu perubahan iklim memang menjadi perhatian utama dunia untuk beberapa dekade ini…)

(dari berbagai sumber)



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.